Membumikan Ekonomi Islam di Rejang Lebong

Oleh: Jamalludin Rahmat

jamal rahmatNash-nash sendiri tidak dapat berbuat apa-apa, Al-Mushaf tidak dapat berbuat sebelum menjelma pada diri seseorang, dan fondasi-fondasi itu tidak dapat hidup, kecuali apabila ia telah menjadi suatu tingkah laku – Dr. Abdullah Nashih Ulwan-

Di kitabnya yang berjudul “Pedoman Pendidikan Anak-Anak dalam Islam Islam” Dr. Abdullah Nashih Ulwan menuliskan-jika Asy-syari’ah Al-Islamiyah ini bersifat Rabbaniyah, dihiasi dengan kesempurnaan dan diistimewakan dengan reformasi dan kontinuitas, maka apakah fondasi-fondasinya yang paripurna dan berbagai sumbangannya yang reformatif itu hanya merupakan satu gagasan yang hanya ada di dalam pikiran-pikiran dan pandangan-pandangan yang tertulis di dalam buku-buku, ataukah ia benar-benar dapat disentuh oleh tangan-tangan suatu umat dan dapat dilihat mata?-

Tulisan ini dan itu selanjutnya merupakan apresiasi pada Program Studi Perbankan Syari’ah STAIN Curup dan UKM KSEI Fokes STAIN Curup yang telah mengadakan Syari’ah Expo 2015 dan Olimpiade Ekonomi Islam dengan tema kegiatan “Revitalisasi Nilai-Nilai Ekonomi Rabbani, Gali Potensi dan Raih Eksistensi”. Beragam acara diadakan seperti; bazar Islam, debat ekonomi Islam, essai ekonomi Islam, lomba cerdas cermat ekonomi Islam dan standup ekonomi Islam dari tanggal 2-7 Mei 2015 di STAIN Curup.

Untuk lomba cerdas cermat ekonomi Islam, dan debat ekonomi Islam tidak menyaksikan yang saya saksikan adalah bazar Islam, essai ekonomi Islam dan standup comedy ekonomi Islam. Angakt jempol kedua tangan jangan jempol kaki yang diangkat hehehehe untuk seluruh elemen yang mengangkat acara tersebut tanpa disebutkan satu per satu.

Revitalisasi Nilai-Nilai Ekonomi Rabbani, Gali Potensi dan Raih Eksistensi

Ini merupakan penafsiran sendiri kepada tema acara itu, diterima boleh, tidak diterima tetaplah juga diterima, memaksa ya. Di lingkup keilmuan ekonomi Islam ada dua aspek yang perlu diperhatikan ekonomi mikro dan makro serta al-Qur’an dan Hadis sebagai landasan keilmuan ekonomi Islam. Pada konten (isi) tentang ekonomi Islam saya tidak memiliki kecakapan untuk membincangnya, sorotan saya lebih pada tema yang diangkatkan dengan acara tersebut serta pada niali-nilai ekonomi Islam yang bersumberkan/berpedoman al-Qur’an, Hadis dan pemikir ekonomi Islam.

Kata re dan vital dua hal yang berbeda tapi disatukan. Re berarti kembali sedangkan vital daya hidup jadi bermaknalah digabung dengan kembali mendaya hidupkan. Kata vital pada Kamus Populer Lengkap yang ditulisi Tigor Pangaribuan dijelaskan berasal dari bahasa Belanda yaitu sangat penting dan bahasa Inggris yaitu hidup, sangat penting. Jadi re-vital-li-sa-si adalah sebuah upaya secara penuh kesadaran dan bertanggungjawab untuk kembali mendaya hidupkan nilai-nilai ekonomi rabbani (Islam) yang pernah dilakukan di masa Nabi Muhammad dan para sahabat agar tercipta berekonomi yang berkeadilan, memakmurkan dan memberi berkah, membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi umat Islam dan non Islam, bukankah Islam merupakan agama rahmat bagi semesta alam, rahmatan lil ‘alamin.

Lalu bagaimana dengan kata “gali potensi dan raih eksistensi”. Tidak mengatasnamakan di bawah Program Studi Perbankan Islam walaupun Pak Noprizal, M.Ag sebagai ketua prodi Perbankan Syari’ah dengan beberapa orang koleganya di tahun 2014 menggagas Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) yang kemudian diberi nama dengan PAT SEPAKAT (PS).

BMT PAT SEPAKAT merupakan gali potensi bahwa keilmuan ekonomi Islam tak melulu berkutat di teori kelas mesti ia berwujud di realitas alam nyata yang bersinggungan langsung dengan umat Islam di Rejang Lebong. Barangkali untuk ke depannya raih eksistensi (membumikan ekonomi Islam) inilah yang menjadi perhatian terus menerus walaupun raih eksistensi sudah dilakukan dengan diangkatnya kegiatan Syari’ah Expo untuk yang kedua kalinya di tahun 2015 setelah tahun 2014 dan pendirian BMT PAT SEPAKAT.

Ekonomi Islam di Rejang Lebong; Pendekatan Sosio-Religio dan Sosio-Kultural

Ekonomi Islam merupaka kerja-kerja intelektual Islam yang dilakukan oleh orang yang beragama Islam yang memiliki perhatian pada aspek ekonomi dalam agama Islam yang pedoman keekonomiannya diambil dari al-Qur’an, Hadis serta penafsiran terhadap kondisi sosial (akal sosial) atau lebih sering disebut dengan sosio-religio dan sosio-kultural.

Sosio-religio menyoroti keadaan masyarakat terkait dengan agama yang dianutnya dalam hal ini agama Islam. Agama Islam (al-Qur’an dan Hadis) memberikan seperangkat nilai-nilai atau pedoman kepada umatnya tentang ekonomi Islam seumpama; tidak melakukan riba, pentingnya keadilan berekonomi dan lain sebagainya. Sedangkan sosio-kultural berfokus pada masyarakat terkait dengan kebudayaannya yang melingkup masyaratakat tersebut. Budaya masyarakat yang kurang atau belum mengenal ekonomi Islam maka perlu diperkenalkan.

Barangkali perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk revitalisasi nilai-nilai ekonomi rabbani, gali potensi dan raih eksistensi menuju pembumian ekonomi Islam di Rejang Lebong tersebut. Pertama, mahasiswa yang sedang berkuliah dan yang sudah tamat dari Program Studi Perbankan Islam STAIN Curup adalah duta-duta atau pionir-pionir secara langsung untuk mensosialisasikan ekonomi Islam kepada segenap lapisan masyarakat Rejang Lebong maka sangat penting mahasiswa bermitra dengan UKM KSEI Fokes mengadakan penguatan-penguatan keilmuan ekonomi Islam melalui diskusi atau sharing gagasan. Kedua, sinergi dengan pemerintah kabupaten Rejang Lebong perlu dilakukan dengan harapan terjadinya sinergi tersebut maka lebih memudahkan dan mempercepat pendekatan sosio-religio dan sosio-kultural kepada masyarakat. Ketiga, kegiatan syari’ah expo untuk beberapa tahun ke depan sudah menuju kepada lintas kabupaten di sekitar Kabupaten Rejang Lebong-walaupun ini disadari tidak mudah di tengah keterbatasan pendanaan kegiatan dan swadaya-tapi ini perlu dipikirkan dan dilakukan.

_Subuh di Dingin Kotanya Curup 8/05/15

One Response to Membumikan Ekonomi Islam di Rejang Lebong

  1. Hardi Vizon says:

    Pemikiran yang sangat menarik, Pak Jamal..
    Terima kasih untuk inspirasinya.. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please answer the question bellow before submitting your comment *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>