Peradilan Agama

Visi: Mampu menjadi perogram studi pusat unggulan (center of excellence) bagi  Pengkajian dan pengembangan hukum keluarga Islam.

Misi:

  1. Meyelenggarakan pendidikan dan pengajaran hukum keluarga Islam yang berwawasan kemanusiaan dan keindonesiaan.
  2. Meningkatkan peran serta dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan hukum keluarga Islam demi terwujudnya masyarakat madani.
  3. Menerapkan suasana yang kondusif untuk peningkatan budaya ijtihad dan berfikir ilmiah.
  4. Membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang hukum keluarga Islam.

 

Rumusan tujuan program studi yang merujuk tujuan lembaga dan merupakan turunan dari misinya.

 

  1. Menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keunggulan dan keterampilan dalam penguasaan serta pengembangan hukum keluarga (Ahwal asy-Syakhsiyyah).
  2. Memiliki integritas moral yang tinggi.
  3. Kemantapan aqidah dan kepedulian sosial.

 

Rumusan sasaran program studi yang relevan dengan misinya.

  1. Menghasilkan sarjana yang berkualitas dan profesional dibidang hukum Islam, terutama hukum Peradilan Agama (Hukum Keluarga dan Peradilan Islam). Untuk itu profesional di bidang hukum perlu menguasai ilmu-ilmu hukum Islam dan ilmu-ilmu hukum umum.
  2. Menghasilkal sarjana hukum yang bermoral tinggi. Untuk itu calon ahli hukum perlu menguasai ilmu-ilmu keislaman terutama ilmu akhlak tasawuf dalam ajaran Islam.
  3. Memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pemahaman hukum Peradilan Agama (Hukum Keluarga dan Peradilan Islam) pada masyarakat. Untuk itu, sarjana Peradilan Agama perlu memiliki kemampuan, nilai dan kecenderungan pribadi yang menunjang profesinya, serta dapat mengembangkan keilmuannya di tengah-tengah masyarakat.

 

Analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi

Berdasarkan visi di atas, maka dapat dipahami bahwa ada dua aspek yang menjadi mimpi bagi pengembangan PS Peradilan Agama yakni :

  1. Berperan sebagai intitusi yang terkemuka. Artinya PS Peradilan Agama harus mampu menghasilkan sarjana yang berkualitas dan profesional dibidang hukum terutama hukum Peradilan Agama (Hukum Keluarga dan Peradilan Islam).
  2. Menjadi pusat referensi dalam penelitian hukum terutama hukum Islam sehingga mampu menyiapkan dan mengembangkan sumber daya insani yang unggul di bidang IMTAQ dan IPTEK. Oleh sebab itu, PS Peradilan Agama harus mampu meguasai cara berfikir, teori, generalisasi, konsep, prosedur dan fakta penting sebagai dasar pengembangan pengetahuan lebih lanjut, mempunyai kemampuan, nilai dan kecenderungan pribadi yang menunjang prof Sehingga pada gilirannya mampu menjadi referensi bagi pengembangan hukum Peradilan Agama (Hukum Keluarga dan Peradilan Islam) dan hukum Islam untuk masa-masa mendatang baik ditingkat lokal, regional, maupun internasional.